Kamis, 19 November 2009

Korupsi nih ye

ALHAWI
Diskui tgl 20 Nop 2009

Ada yang menjadi pertanyaan dalam hati saya tentang implementasi ajaran agama Islam, terutama orang orang Islam yang bekerja di kantor baik pemerintah maupun maupun swasta. Kini hampir setiap kantor ada masjid dengan kegiatan mulai salat Jum’at sampai adanya kultum setiap hari, oleh para mubaligh, da’i atau penceramah . Saya tidak tahu berapa banyak porsi yang diberikan apakah masalah fiqih, aqidah, atau muamalah.
Sempat saya bertanya kepada teman” Masjid semakin banyak, disetiap kantor ada masjid, kok orang korupsi semakin banyak?”saat saya sedang berada di salah satu departemen. Teman menjawab” Mungkin ustadnya lebih banyak menyampaikan masalah sedakah ketibang sumber rejeki yang halalnya.” Saya berpikir benar juga jawabannya.
Saya bertanya dan menjadi bahan diskusi di Musola Al Hawi Cililitan Jakarta gurunya Ustad H.Achmad Sarbini dengan jamaah yang masih ada, karena pengajian dilaksanakan setiap hari Jum’at ba’da salat subuh.
Kesimpulan yang saya dapat catat
1. terjadinya korupsi karena faktor manusia yang imannya tipis, seandainya imannya tebal ia tidak akan melakukan karena orang beriman percaya bahwa setiap tingkah laku dicatat oleh malaikat walaupun tidak dilihat oleh orang lain.
2. Faktor kesempatan juga sangat berpengaruh, pada dasarnya orang tidak berniat melakukan korupsi atau mark up alokasi dana tapi ada kesempatan dari atasan atau system yang ada tentu hal ini menjadi peluang baginya.
3. Faktor pemimpin yang menjadi teladan akan membuat bawahan akan mencontohnya tidak akan melakukan korupsi, tapi bila pemimpin memberi contoh atau meminta setoran dari bawahan tak mustahil bawahan akan mencari uang dengan berbagai cara salah satunya korupsi atau mark up dana proyek. Ia melakukan karena mendapat angin dari pemimpinnya. Apabila ketangkap pun ia akan dibela karena pemimpin takut juga akan ketahuan
4. Faktor keinginan dalam diri yang tinggi sehingga mencari peluang untuk mendapatkan uang dengan melakukan korupsi, apabila ia takut melakukan sendiri maka ia akan mengajak temanya agar lebih berani. Inilah yang diistilahkan korupsi berjamah.
5. Faktor keluarga sangat besar menentukan, karena desakan dari keluarga bisa saja karena lemahnya iman sehingga ia melakukan korupsi.

Padangan Islam tentang hal tersebut:
1. Orang yang menyogok dan menerima sogokan akan masuk neraka
2. Setiap suap makanan yang berasal dari sumber yang haram masuk ke perut, maka doa tidak akan diterima selama 40 hari.
3. Tubuh yang dibesarkan oleh barang yang haram maka pertumbuhan jiwa dan raganya tidak mendapat berkah dari Allah.

Semoga bermanfaat bagi yang membaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar