Agu 24
Mengapa Makan Daging Babi Diharamkan?
Ada orang asing bertanya (ilmuwan) kepada salah seorang ulama mengenai hewan babi ini.
Ilmuwan : Haramnya hewan Babi bagi umat muslim adalah disebabkan karena banyaknya parasit dan kotoran dalam hewan ini. Dengan semakin canggihnya ilmu kedokteran, bukankah mungkin nantinya hewan babi dapat dibersihkan dari virus dan parasit yang mematikan ini? Apakah nantinya hewan babi yang bersih ini akan menjadi halal?
Ulama : Haramnya babi bukan karena hal itu saja. Tetapi ada sifat babi yang sangat diharamkan untuk umat Islam.
Ilmuwan : Apakah itu?
Ulama : Coba anda buat 2 kandang. Satu kandang anda isi dengan 2 ekor ayam jantan dan 1 ekor ayam betina. Satu kandang lagi anda isi dengan 2 ekor babi jantan dan 1 ekor babi betina. Apakah yang terjadi pada masing2 kandang tersebut? Bisakah anda menerkanya?
Ilmuwan : Tidak.
Ulama : Mari kita lihat sekarang. Pada kandang pertama di mana Ada 2 ekor ayam jantan dan 1 ekor ayam betina. Yang terjadi adalah 2 ekor ayam jantan tersebut berkelahi dahulu untuk memperebutkan 1 ekor
ayam betina tersebut sampai ada yang menang atau kalah. Dan itu Sesuai dengan kodrat dan fitrah manusia diciptakan.
Ilmuwan : Pada kandang babi?
Ulama : Ini yang menarik. Pada kandang kedua, yaitu kandang babi, 2 ekor babi jantan itu tidak berkelahi untuk memperebutkan babi betina tersebut, tetapi yang terjadi adalah 2 ekor babi jantan tersebut malahan menyetubuhi secara beramai2 babi betina tersebut dan juga terjadi hubungan homoseksual antara kedua ekor babi jantan tersebut setelah selesai dengan si betina. Hal inilah yang jelas2 bertentangan dengan fitrah umat manusia. Bila umat Islam ikut2an memakan babi maka ditakutkan umat Islam akan mempunyai sifat dan karakteristik seperti babi ini.
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan), sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan Takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Maidah (5): 3).
Mengapa Islam Mengharamkan Babi (Terjemahan)
Berikut ini tulisan mengenai pengharaman darah dan babi dalam Islam, diulas dari sudutpandang logika dan ilmu kesehatan.
Semoga bermanfaat.
Bob: Tolong beritahu saya, mengapa seorang Muslim sangat Mementingkan mengenai kata-kata “Halal” dan “Haram”; apa arti dari kata-kata tersebut?
Yunus: Apa-apa yang diperbolehkan diistilahkan sebagai Halal, Dan apa-apa yang takdiperbolehkan diistilahkan sebagai Haram, Dan Al-Qur’an lah yang menggambarkan perbedaan antara keduanya.
Bob: Dapatkah anda memberikan contoh?
Yunus: Ya, Islam telah melarang segala macam darah. Anda Akan sependapat bahwa analisiskimia dari darah menunjukkan adanya kandungan yang tinggi dari uric acid (asam urat?), suatu senyawa Kimia yang bisa berbahaya bagi kesehatan manusia.
Bob: Anda benar mengenai sifat beracun dari uric acid, dalam Tubuh manusia, senyawa inidikeluarkan sebagai kotoran, dan Dalam kenyataannya kita diberitahu bahwa 98% dari uric acid dalam tubuh, dalam darah oleh Ginjal, dan dibuang keluar tubuh melalui air seni.
Yunus: Sekarang saya rasa anda akan menghargai metode prosedur Khusus dalam penyembelihan hewan dalam Islam.
Bob: Apa maksud anda?
Yunus: Begini… seorang penyembelih, selagi menyebut nama dari Yang Maha Kuasa,membuat irisan memotong urat nadi leher hewan, Sembari membiarkan urat-urat dan organ-organ lainnya utuh.
Bob: Oh begitu… Dan hal ini menyebabkan kematian hewan Karena kehabisan darah daritubuh, bukannya karena cedera pada Organ vitalnya.
Yunus: Ya, sebab jika organ-organ, misalnya jantung, hati, atau otak dirusak, hewantersebut dapat meninggal seketika dan darahnya akan menggumpal dalam urat-uratnya danakhirnya mencemari daging.
Hal tersebut mengakibatkan daging hewan akan tercemar oleh uric acid, menjadikannyaberacun; hanya pada masa kini lah, para ahli baru menyadari akan hal ini.
Bob: Selanjutnya, selagi masih dalam topik makanan; Mengapa Para Muslim melarangpengkonsumsian daging babi, atau ham, atau Makanan lainnya yang terkait dengan babi?
Yunus: Sebenarnya, diluar dari larangan Al-Qur’an dalam Pengkonsumsian babi, bacon; padakenyataannya dalam Bible juga, pada Leviticus bab 11, ayat 8, mengenai babi, dikatakan,“Dari daging mereka(dari “swine”, nama lain buat “babi”) janganlah kalian makan, dan dari bangkai mereka, janganlah kalian sentuh; mereka itu kotor buatmu.”
Lebih lanjut lagi, apakah anda tahu kalau babi tidak dapatdisembelih di leher karena merekatidak memiliki leher; sesuai dengan anatomi alamiahnya? Muslim beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak bagi konsumsi manusia, tentu Sang Pencipta akan merancang hewan ini dengan memiliki leher.
Namun diluar itu semua, saya yakin anda tahu betul mengenai efek-efek berbahaya darikomsumsi babi, dalam bentuk apapun, baik itu pork, chops, ham, atau bacon.
Bob: Ilmu kedokteran mengetahui bahwa ada resiko besar atas Banyak macam penyakit. Babi diketahui sebagai inang dari banyak macam Parasit dan penyakit berbahaya.
Yunus: Ya, dan diluar itu semua, sebagaimana kita Membicarakan mengenai kandungan uricacid dalam darah, sangat penting untuk diperhatikan bahwa sistem biochemistry babi mengeluarkan hanya 2% dari seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam tubuhnya.
Sumber: Ibrahim Ali Ahmad
Taken from : Bayt al-Hikmah Institute
sumber http://wongmursid.cybermq.com/post/kategori/2229/kesehatan
Kamis, 19 November 2009
Korupsi nih ye
ALHAWI
Diskui tgl 20 Nop 2009
Ada yang menjadi pertanyaan dalam hati saya tentang implementasi ajaran agama Islam, terutama orang orang Islam yang bekerja di kantor baik pemerintah maupun maupun swasta. Kini hampir setiap kantor ada masjid dengan kegiatan mulai salat Jum’at sampai adanya kultum setiap hari, oleh para mubaligh, da’i atau penceramah . Saya tidak tahu berapa banyak porsi yang diberikan apakah masalah fiqih, aqidah, atau muamalah.
Sempat saya bertanya kepada teman” Masjid semakin banyak, disetiap kantor ada masjid, kok orang korupsi semakin banyak?”saat saya sedang berada di salah satu departemen. Teman menjawab” Mungkin ustadnya lebih banyak menyampaikan masalah sedakah ketibang sumber rejeki yang halalnya.” Saya berpikir benar juga jawabannya.
Saya bertanya dan menjadi bahan diskusi di Musola Al Hawi Cililitan Jakarta gurunya Ustad H.Achmad Sarbini dengan jamaah yang masih ada, karena pengajian dilaksanakan setiap hari Jum’at ba’da salat subuh.
Kesimpulan yang saya dapat catat
1. terjadinya korupsi karena faktor manusia yang imannya tipis, seandainya imannya tebal ia tidak akan melakukan karena orang beriman percaya bahwa setiap tingkah laku dicatat oleh malaikat walaupun tidak dilihat oleh orang lain.
2. Faktor kesempatan juga sangat berpengaruh, pada dasarnya orang tidak berniat melakukan korupsi atau mark up alokasi dana tapi ada kesempatan dari atasan atau system yang ada tentu hal ini menjadi peluang baginya.
3. Faktor pemimpin yang menjadi teladan akan membuat bawahan akan mencontohnya tidak akan melakukan korupsi, tapi bila pemimpin memberi contoh atau meminta setoran dari bawahan tak mustahil bawahan akan mencari uang dengan berbagai cara salah satunya korupsi atau mark up dana proyek. Ia melakukan karena mendapat angin dari pemimpinnya. Apabila ketangkap pun ia akan dibela karena pemimpin takut juga akan ketahuan
4. Faktor keinginan dalam diri yang tinggi sehingga mencari peluang untuk mendapatkan uang dengan melakukan korupsi, apabila ia takut melakukan sendiri maka ia akan mengajak temanya agar lebih berani. Inilah yang diistilahkan korupsi berjamah.
5. Faktor keluarga sangat besar menentukan, karena desakan dari keluarga bisa saja karena lemahnya iman sehingga ia melakukan korupsi.
Padangan Islam tentang hal tersebut:
1. Orang yang menyogok dan menerima sogokan akan masuk neraka
2. Setiap suap makanan yang berasal dari sumber yang haram masuk ke perut, maka doa tidak akan diterima selama 40 hari.
3. Tubuh yang dibesarkan oleh barang yang haram maka pertumbuhan jiwa dan raganya tidak mendapat berkah dari Allah.
Semoga bermanfaat bagi yang membaca.
Diskui tgl 20 Nop 2009
Ada yang menjadi pertanyaan dalam hati saya tentang implementasi ajaran agama Islam, terutama orang orang Islam yang bekerja di kantor baik pemerintah maupun maupun swasta. Kini hampir setiap kantor ada masjid dengan kegiatan mulai salat Jum’at sampai adanya kultum setiap hari, oleh para mubaligh, da’i atau penceramah . Saya tidak tahu berapa banyak porsi yang diberikan apakah masalah fiqih, aqidah, atau muamalah.
Sempat saya bertanya kepada teman” Masjid semakin banyak, disetiap kantor ada masjid, kok orang korupsi semakin banyak?”saat saya sedang berada di salah satu departemen. Teman menjawab” Mungkin ustadnya lebih banyak menyampaikan masalah sedakah ketibang sumber rejeki yang halalnya.” Saya berpikir benar juga jawabannya.
Saya bertanya dan menjadi bahan diskusi di Musola Al Hawi Cililitan Jakarta gurunya Ustad H.Achmad Sarbini dengan jamaah yang masih ada, karena pengajian dilaksanakan setiap hari Jum’at ba’da salat subuh.
Kesimpulan yang saya dapat catat
1. terjadinya korupsi karena faktor manusia yang imannya tipis, seandainya imannya tebal ia tidak akan melakukan karena orang beriman percaya bahwa setiap tingkah laku dicatat oleh malaikat walaupun tidak dilihat oleh orang lain.
2. Faktor kesempatan juga sangat berpengaruh, pada dasarnya orang tidak berniat melakukan korupsi atau mark up alokasi dana tapi ada kesempatan dari atasan atau system yang ada tentu hal ini menjadi peluang baginya.
3. Faktor pemimpin yang menjadi teladan akan membuat bawahan akan mencontohnya tidak akan melakukan korupsi, tapi bila pemimpin memberi contoh atau meminta setoran dari bawahan tak mustahil bawahan akan mencari uang dengan berbagai cara salah satunya korupsi atau mark up dana proyek. Ia melakukan karena mendapat angin dari pemimpinnya. Apabila ketangkap pun ia akan dibela karena pemimpin takut juga akan ketahuan
4. Faktor keinginan dalam diri yang tinggi sehingga mencari peluang untuk mendapatkan uang dengan melakukan korupsi, apabila ia takut melakukan sendiri maka ia akan mengajak temanya agar lebih berani. Inilah yang diistilahkan korupsi berjamah.
5. Faktor keluarga sangat besar menentukan, karena desakan dari keluarga bisa saja karena lemahnya iman sehingga ia melakukan korupsi.
Padangan Islam tentang hal tersebut:
1. Orang yang menyogok dan menerima sogokan akan masuk neraka
2. Setiap suap makanan yang berasal dari sumber yang haram masuk ke perut, maka doa tidak akan diterima selama 40 hari.
3. Tubuh yang dibesarkan oleh barang yang haram maka pertumbuhan jiwa dan raganya tidak mendapat berkah dari Allah.
Semoga bermanfaat bagi yang membaca.
Rabu, 18 November 2009
BERSIN DAN MENGUAP
Rasulullah bersabda:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ta'alaa anhu, Rasulullah bersabda, "Sungguh Allah mencintai orang yang bersin dan membenci orang yang menguap, maka jika kalian bersin maka pujilah Allah, maka setiap orang yang mendengar pujian itu untuk menjawabnya; adapun menguap, maka itu dari syaitan, maka lawanlah itu sekuat tenagamu. Dan apabil seseorang menguap dan terdengar bunyi: Aaaa, maka syaitan pun tertawa karenanya".Shahih Bukhari, 6223.
Imam Ibn Hajar berkata, "Imam Al-Khathabi mengatakan bahwa makna cinta dan benci pada hadits di atas dikembalikan kepada sebab yang termaktub dalam hadits itu. Yaitu bahwa bersin terjadi karena badan yang kering dan pori-pori kulit terbuka, dan tidak tercapainya rasa kenyang. Ini berbeda dengan orang yang menguap. Menguap terjadi karena badan yang kekenyangan, dan badan terasa berat untuk beraktivitas, hal ini karena banyaknya makan . Bersin bisa menggerakkan orang untuk bisa beribadah, sedangkan menguap menjadikan orang itu malas (Fath-hul Baari: 10/6077)
Nabi menjelaskan bagaimana seseorang yang mendengar orang yang bersin dan memuji Allah agar membalas pujian tersebut.
Rasulullah bersabda: ”Apabila salah seorang diantara kalian bersin, maka ucapkanlah Al-Hamdulillah, dan hendaklah orang yang mendengarnya menjawab dengan Yarhamukallahu, dan bila dijawab demikian, maka balaslah dengan ucapan Yahdikumullahu wa Yushlihubaalakum” (HR. Bukhari, 6224)
Dan para dokter di zaman sekarang mengatakan,
"Menguap adalah gejala yang menunjukkan bahwa otak dan tubuh orang tersebut membutuhkan oksigen dan nutrisi; dan karena organ pernafasan kurang dalam menyuplai oksigen kepada otak dan tubuh.
Dan hal ini terjadi ketika kita sedang kantuk atau pusing, lesu, dan orang yang sedang menghadapi kematian.
Dan menguap adalah aktivitas menghirup udara dalam-dalam melalui mulut, dan bukan mulut dengan cara biasa menarik nafas dalam-dalam !!! Karena mulut bukanlah organ yang disiapkan untuk menyaring udara seperti hidung.
Maka, apabila mulut tetap dalam keadaan terbuka ketika menguap, maka masuk juga berbagai jenis mikroba dan debu, atau kutu bersamaan dengan masuknya udara ke dalam tubuh. Oleh karena itu, datang petunjuk nabawi yang mulia agar kita melawan "menguap" ini sekuat kemampuan kita, atau pun menutup mulut saat menguap dengan tangan kanan atau pun dengan punggung tangan kiri.
Bersin adalah lawan dari menguap yaitu keluarnya udara dengan keras, kuat disertai hentakan melalui dua lubang: hidung dan mulut.
Maka akan terkuras dari badan bersamaan dengan bersin ini sejumlah hal seperti debu, haba' (sesuatu yang sangat kecil, di udara, yang hanya terlihat ketika ada sinar matahari), atau kutu, atau mikroba yang terkadang masuk ke dalam organ pernafasan. Oleh karena itu, secara tabiat, bersin datang dari Yang Maha Rahman (Pengasih), sebab padanya terdapat manfaat yang besar bagi tubuh. Dan menguap datang dari syaithan sebab ia mendatangkan bahaya bagi tubuh. Dan atas setiap orang hendaklah memuji Allah Yang Maha Suci Lagi Maha Tinggi ketika dia bersin, dan agar meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk ketika sedang menguap (Lihat Al-Haqa'iq Al-Thabiyah fii Al-Islam: hal 155) (arnab)
Dikutip dari;
( alsofwah.or.id - 13 Ramadhan 1424/071103 )
http://www.geocities.com/the_fact99/
http://friendlyma2h.multiply.com/journal
sumber http://www.kaunee.com/index.php?option=com_content&view=article&id=338:bersin-dan-menguap&catid=94:islam-dan-science&Itemid=131
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ta'alaa anhu, Rasulullah bersabda, "Sungguh Allah mencintai orang yang bersin dan membenci orang yang menguap, maka jika kalian bersin maka pujilah Allah, maka setiap orang yang mendengar pujian itu untuk menjawabnya; adapun menguap, maka itu dari syaitan, maka lawanlah itu sekuat tenagamu. Dan apabil seseorang menguap dan terdengar bunyi: Aaaa, maka syaitan pun tertawa karenanya".Shahih Bukhari, 6223.
Imam Ibn Hajar berkata, "Imam Al-Khathabi mengatakan bahwa makna cinta dan benci pada hadits di atas dikembalikan kepada sebab yang termaktub dalam hadits itu. Yaitu bahwa bersin terjadi karena badan yang kering dan pori-pori kulit terbuka, dan tidak tercapainya rasa kenyang. Ini berbeda dengan orang yang menguap. Menguap terjadi karena badan yang kekenyangan, dan badan terasa berat untuk beraktivitas, hal ini karena banyaknya makan . Bersin bisa menggerakkan orang untuk bisa beribadah, sedangkan menguap menjadikan orang itu malas (Fath-hul Baari: 10/6077)
Nabi menjelaskan bagaimana seseorang yang mendengar orang yang bersin dan memuji Allah agar membalas pujian tersebut.
Rasulullah bersabda: ”Apabila salah seorang diantara kalian bersin, maka ucapkanlah Al-Hamdulillah, dan hendaklah orang yang mendengarnya menjawab dengan Yarhamukallahu, dan bila dijawab demikian, maka balaslah dengan ucapan Yahdikumullahu wa Yushlihubaalakum” (HR. Bukhari, 6224)
Dan para dokter di zaman sekarang mengatakan,
"Menguap adalah gejala yang menunjukkan bahwa otak dan tubuh orang tersebut membutuhkan oksigen dan nutrisi; dan karena organ pernafasan kurang dalam menyuplai oksigen kepada otak dan tubuh.
Dan hal ini terjadi ketika kita sedang kantuk atau pusing, lesu, dan orang yang sedang menghadapi kematian.
Dan menguap adalah aktivitas menghirup udara dalam-dalam melalui mulut, dan bukan mulut dengan cara biasa menarik nafas dalam-dalam !!! Karena mulut bukanlah organ yang disiapkan untuk menyaring udara seperti hidung.
Maka, apabila mulut tetap dalam keadaan terbuka ketika menguap, maka masuk juga berbagai jenis mikroba dan debu, atau kutu bersamaan dengan masuknya udara ke dalam tubuh. Oleh karena itu, datang petunjuk nabawi yang mulia agar kita melawan "menguap" ini sekuat kemampuan kita, atau pun menutup mulut saat menguap dengan tangan kanan atau pun dengan punggung tangan kiri.
Bersin adalah lawan dari menguap yaitu keluarnya udara dengan keras, kuat disertai hentakan melalui dua lubang: hidung dan mulut.
Maka akan terkuras dari badan bersamaan dengan bersin ini sejumlah hal seperti debu, haba' (sesuatu yang sangat kecil, di udara, yang hanya terlihat ketika ada sinar matahari), atau kutu, atau mikroba yang terkadang masuk ke dalam organ pernafasan. Oleh karena itu, secara tabiat, bersin datang dari Yang Maha Rahman (Pengasih), sebab padanya terdapat manfaat yang besar bagi tubuh. Dan menguap datang dari syaithan sebab ia mendatangkan bahaya bagi tubuh. Dan atas setiap orang hendaklah memuji Allah Yang Maha Suci Lagi Maha Tinggi ketika dia bersin, dan agar meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk ketika sedang menguap (Lihat Al-Haqa'iq Al-Thabiyah fii Al-Islam: hal 155) (arnab)
Dikutip dari;
( alsofwah.or.id - 13 Ramadhan 1424/071103 )
http://www.geocities.com/the_fact99/
http://friendlyma2h.multiply.com/journal
sumber http://www.kaunee.com/index.php?option=com_content&view=article&id=338:bersin-dan-menguap&catid=94:islam-dan-science&Itemid=131
KESEHATAN
Gas Kentut Membawa Angin Segar Bagi Ilmuwan
Terkadang, kemunculannya dianggap memalukan. Kebanyakan orang menilai tak sopan bila mengeluarkannya sembarangan. Bila ia ‘terlanjur’ keluar, tak jarang orang berusaha menahan dan menyembunyikan.
Baunya khas seperti kotoran. Ada pula yang mengatakan mirip telur busuk bahkan sampah dekat selokan di pinggir jalan. Gas kentut, atau lebih tepat yang akan dibicarakan adalah gas hidrogen sulfida, sejak dulu memang dipandang sebelah mata.
Sedikit sekali yang memikirkan hikmah di balik ciptaan-Nya. Bahkan, di antara manusia ada yang berpaling setelah diperlihatkan tanda kekuasaan Allah.
Menghadapi yang demikian, Allah telah mengingatkan manusia agar tidak berpaling dari tanda kekuasaan-Nya, meski berbau dan dianggap hina seperti hidrogen sulfida. "Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling daripadanya". (QS. Yusuf 12:105)
Hidrogen Sulfida dan Kehidupan
Hidrogen sulfida merupakan gas alami yang sering dijumpai manusia. Di alam bebas, gas dengan rumus kimia H2S ini dihasilkan oleh tumpukan sampah dan gunung berapi. Tak hanya berbau busuk, gas tersebut juga berbahaya dan dapat menyebabkan keracunan jika dihirup dalam jumlah tertentu.
Bagi manusia, gas ini juga tak asing didengar telinga. Di dalam tubuh, hidrogen sulfida secara alami dihasilkan oleh bakteri penghuni usus besar manusia. Gas tersebut adalah hasil samping pembusukan makanan yang dicerna. Seperti gas lain yang dihasilkan tubuh, ketakseimbangan produksi H2S menimbulkan berbagai penyakit.
Dahulu, manusia enggan menelisik jauh makna dibalik kentut. Namun, kini agaknya orang perlu berpikir ulang atas sikap yang demikian. Sebagaimana hasil penelitian yang akan dipaparkan, gas tersebut ternyata bermanfaat bagi kesehatan.
Penelitian ‘Gas Kentut’
Penelitian yang sudah dirintis beberapa tahun lalu, sedikit demi sedikit kini membuahkan hasil. Berdasarkan penelitian, ada beberapa kegunaan hidrogen sulfida di dalam tubuh. Di antaranya, gas tersebut berperan dalam mengatur tekanan darah dan mencegah terjadinya pembengkakan (anti-pembengkakan/anti-inflamasi).
Para peneliti dari Peninsula Medical School dan King’s College di London telah berhasil mengetahui mekanisme peran gas hidrogen sulfida dalam pengaturan tekanan darah. Gas tersebut bekerja dengan melonggarkan jaringan pembuluh darah serta meningkatkan kelenturan pembuluh vena dan arteri. Akibatnya, peredaran darah dalam tubuh lebih lancar.
Hasil penelitian juga dapat menjelaskan keterkaitan fungsi H2S dengan gas-gas lainnya, semisal oksida nitrit (NO), dopamin, dan asetilkolin. Gas-gas tersebut sangat berperan dalam penyampaian sinyal antar sel saraf serta dapat membangkitkan atau meredam aktivitas pemikiran di otak.
Terkuaknya mekanisme peran gas kentut di dalam tubuh membawa angin segar bagi perkembangan dunia kesehatan. Penemuan ini dapat menginspirasi pembuatan dan modifikasi obat sehingga lebih tepat sasaran. Tak hanya itu, efek samping penggunaan obat juga dapat berkurang.
"Sekarang kita tahu peranan hidrogen sulfida dalam pengaturan tekanan darah. Adalah mungkin untuk merancang terapi obat yang meningkatkan pembentukan [pengaturan tekanan darah] itu sebagai alternatif cara menangani tekanan darah tinggi yang ada saat ini", kata Solomon H. Snyder, MD dari John Hopkins Medical Institutions.
Selain berperan dalam pengaturan tekanan darah, gas hidrogen sulfida juga ternyata lebih aman dan efektif sebagai obat anti-pembengkakan (anti-inflamasi). Hal tersebut merupakan temuan terkini para peneliti dari Peninsula Medical School.
"Meskipun obat-obatan anti-pembengkakan tradisional sangat ampuh dan aman, keduanya dapat merusak lapisan permukaan dalam dinding lambung pada sebagian orang sehingga menimbulkan gangguan lebih lanjut. Pelepasan H2S secara terkendali dan terus-menerus memberikan peluang bagi pengembangan kelompok baru obat-obatan anti-pembengkakan atau mendorong perbaikan obat-obatan yang ada sekarang sehingga [obat-obatan] itu juga melepaskan H2S dan harapannya menimbulkan lebih sedikit akibat samping pada lambung-usus", papar Dr. Matt Whiteman.
Ia juga menambahkan, "kami baru saja mulai mengungkap peran mengejutkan H2S dalam tubuh. Tak hanya dalam sistem jantung-pembuluh darah, tetapi juga peranannya dalam anti-pembengkakan, pelemahan saraf, dan diabetes, serta perananya dalam kesehatan".
Dianggap Hina, Tapi Berguna
Demikianlah Allah menciptakan sesuatu dengan rancangan dan fungsi yang tepat. Tak satu pun di dunia ini yang Dia ciptakan tanpa manfaat. Bahkan, barang yang dianggap hina semisal gas kentut, ternyata membawa maslahat.
Bayangkan, jika tak ada hidrogen sulfida dalam tubuh. Boleh jadi sistem peredaran darah tidak akan sebaik sebagaimana seharusnya. Pun, proses anti-pembengkakan tidak akan terjadi sesempurna sekarang, serta berkemungkinaan membawa masalah kesehatan.
Oleh karena tidak adanya kesia-siaan dalam ciptaan Allah mana pun, termasuk seremeh gas kentut, maka sudah sepantasnya bagi manusia untuk berupaya memikirkan penciptaan oleh Allah. Hal ini senada dengan firman Allah dalam Al Qur’an yang menjelaskan ciri orang berakal: "(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka". (QS. Ali Imron 3:191)
sumber:http://hidayatullah.com/index.php/berita/iptek/9507-gas-kentut-membawa-angin-segar-bagi-ilmuwan
ditulis oleh: Syaefudin - Penulis adalah Asisten Dosen Metabolisme, Departemen Biokimia, FMIPA-Institut Pertanian Bogor.
sumber http://www.kaunee.com/index.php?option=com_content&view=article&id=854:gas-kentut-membawa-angin-segar-bagi-ilmuwan-&catid=94:islam-dan-science&Itemid=131
Terkadang, kemunculannya dianggap memalukan. Kebanyakan orang menilai tak sopan bila mengeluarkannya sembarangan. Bila ia ‘terlanjur’ keluar, tak jarang orang berusaha menahan dan menyembunyikan.
Baunya khas seperti kotoran. Ada pula yang mengatakan mirip telur busuk bahkan sampah dekat selokan di pinggir jalan. Gas kentut, atau lebih tepat yang akan dibicarakan adalah gas hidrogen sulfida, sejak dulu memang dipandang sebelah mata.
Sedikit sekali yang memikirkan hikmah di balik ciptaan-Nya. Bahkan, di antara manusia ada yang berpaling setelah diperlihatkan tanda kekuasaan Allah.
Menghadapi yang demikian, Allah telah mengingatkan manusia agar tidak berpaling dari tanda kekuasaan-Nya, meski berbau dan dianggap hina seperti hidrogen sulfida. "Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling daripadanya". (QS. Yusuf 12:105)
Hidrogen Sulfida dan Kehidupan
Hidrogen sulfida merupakan gas alami yang sering dijumpai manusia. Di alam bebas, gas dengan rumus kimia H2S ini dihasilkan oleh tumpukan sampah dan gunung berapi. Tak hanya berbau busuk, gas tersebut juga berbahaya dan dapat menyebabkan keracunan jika dihirup dalam jumlah tertentu.
Bagi manusia, gas ini juga tak asing didengar telinga. Di dalam tubuh, hidrogen sulfida secara alami dihasilkan oleh bakteri penghuni usus besar manusia. Gas tersebut adalah hasil samping pembusukan makanan yang dicerna. Seperti gas lain yang dihasilkan tubuh, ketakseimbangan produksi H2S menimbulkan berbagai penyakit.
Dahulu, manusia enggan menelisik jauh makna dibalik kentut. Namun, kini agaknya orang perlu berpikir ulang atas sikap yang demikian. Sebagaimana hasil penelitian yang akan dipaparkan, gas tersebut ternyata bermanfaat bagi kesehatan.
Penelitian ‘Gas Kentut’
Penelitian yang sudah dirintis beberapa tahun lalu, sedikit demi sedikit kini membuahkan hasil. Berdasarkan penelitian, ada beberapa kegunaan hidrogen sulfida di dalam tubuh. Di antaranya, gas tersebut berperan dalam mengatur tekanan darah dan mencegah terjadinya pembengkakan (anti-pembengkakan/anti-inflamasi).
Para peneliti dari Peninsula Medical School dan King’s College di London telah berhasil mengetahui mekanisme peran gas hidrogen sulfida dalam pengaturan tekanan darah. Gas tersebut bekerja dengan melonggarkan jaringan pembuluh darah serta meningkatkan kelenturan pembuluh vena dan arteri. Akibatnya, peredaran darah dalam tubuh lebih lancar.
Hasil penelitian juga dapat menjelaskan keterkaitan fungsi H2S dengan gas-gas lainnya, semisal oksida nitrit (NO), dopamin, dan asetilkolin. Gas-gas tersebut sangat berperan dalam penyampaian sinyal antar sel saraf serta dapat membangkitkan atau meredam aktivitas pemikiran di otak.
Terkuaknya mekanisme peran gas kentut di dalam tubuh membawa angin segar bagi perkembangan dunia kesehatan. Penemuan ini dapat menginspirasi pembuatan dan modifikasi obat sehingga lebih tepat sasaran. Tak hanya itu, efek samping penggunaan obat juga dapat berkurang.
"Sekarang kita tahu peranan hidrogen sulfida dalam pengaturan tekanan darah. Adalah mungkin untuk merancang terapi obat yang meningkatkan pembentukan [pengaturan tekanan darah] itu sebagai alternatif cara menangani tekanan darah tinggi yang ada saat ini", kata Solomon H. Snyder, MD dari John Hopkins Medical Institutions.
Selain berperan dalam pengaturan tekanan darah, gas hidrogen sulfida juga ternyata lebih aman dan efektif sebagai obat anti-pembengkakan (anti-inflamasi). Hal tersebut merupakan temuan terkini para peneliti dari Peninsula Medical School.
"Meskipun obat-obatan anti-pembengkakan tradisional sangat ampuh dan aman, keduanya dapat merusak lapisan permukaan dalam dinding lambung pada sebagian orang sehingga menimbulkan gangguan lebih lanjut. Pelepasan H2S secara terkendali dan terus-menerus memberikan peluang bagi pengembangan kelompok baru obat-obatan anti-pembengkakan atau mendorong perbaikan obat-obatan yang ada sekarang sehingga [obat-obatan] itu juga melepaskan H2S dan harapannya menimbulkan lebih sedikit akibat samping pada lambung-usus", papar Dr. Matt Whiteman.
Ia juga menambahkan, "kami baru saja mulai mengungkap peran mengejutkan H2S dalam tubuh. Tak hanya dalam sistem jantung-pembuluh darah, tetapi juga peranannya dalam anti-pembengkakan, pelemahan saraf, dan diabetes, serta perananya dalam kesehatan".
Dianggap Hina, Tapi Berguna
Demikianlah Allah menciptakan sesuatu dengan rancangan dan fungsi yang tepat. Tak satu pun di dunia ini yang Dia ciptakan tanpa manfaat. Bahkan, barang yang dianggap hina semisal gas kentut, ternyata membawa maslahat.
Bayangkan, jika tak ada hidrogen sulfida dalam tubuh. Boleh jadi sistem peredaran darah tidak akan sebaik sebagaimana seharusnya. Pun, proses anti-pembengkakan tidak akan terjadi sesempurna sekarang, serta berkemungkinaan membawa masalah kesehatan.
Oleh karena tidak adanya kesia-siaan dalam ciptaan Allah mana pun, termasuk seremeh gas kentut, maka sudah sepantasnya bagi manusia untuk berupaya memikirkan penciptaan oleh Allah. Hal ini senada dengan firman Allah dalam Al Qur’an yang menjelaskan ciri orang berakal: "(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka". (QS. Ali Imron 3:191)
sumber:http://hidayatullah.com/index.php/berita/iptek/9507-gas-kentut-membawa-angin-segar-bagi-ilmuwan
ditulis oleh: Syaefudin - Penulis adalah Asisten Dosen Metabolisme, Departemen Biokimia, FMIPA-Institut Pertanian Bogor.
sumber http://www.kaunee.com/index.php?option=com_content&view=article&id=854:gas-kentut-membawa-angin-segar-bagi-ilmuwan-&catid=94:islam-dan-science&Itemid=131
Langganan:
Postingan (Atom)
